Laman

Thursday, August 6, 2015

SARUNG TAMBAL LASEM


salah satu keindahan dan keunikan batik lasem adalah warna dan coraknya yang khas.terutama warna merahnya yang tidak bisa ditiru oleh daerah lain.


motif tambal yang penuh dengan makna filosofi menutupi segala kekurangan yang ada (menambal)


motif tambal ini sangat unik.karena tiap kotak yang ada di isi oleh isen isen yang hampir antara satu dan yang lainya berbeda dan dengan proses pengerjaan yang rapi dan halus. 


keunikan lain dari sarung batik ini terlatak pada kepala sarung yang menggunakan motif seperti pagi sore,sehingga bisa dibolak balik dalam pemakaianya nanti.


isen isen tambal yang penuh dan beraneka ragam motif isen yang dipakai membuat batik ini sangat rumit dalam proses pengerjaanya.


ukuran 106 x 200cm
jenis sarung
motif bang biron tambal
daerah lasem
tahun 1940an
kategori batik pesisir
SOLD / TERJUAL 

MERAK NGIBENG GARUT


keunikan dari motif batik garut ini terlaetak pada objek motifnya,yaitu burung merak.seperti yang sudah diketahui bahwa burung merak melambangkan keindahan.sehingga batik ini ingin menonjolkan keindahan dari motifnya.




si pembatik / artis batik membubuhkan naman dalam hasil karyanya. sehingga patut untruk diberi apresiasi dari hasil karyanya yang indah ini.




pengaturan tata letak motif yang menampilkan keunikan dari batik ini









dengan menonjolkan merak yang bersanding membuat motif ini terkesan sangat penuh dengan isen isen motifnya.




kesabaran dalam pengejaanya menghasilkan karya yang sepadan dengan hasilnya













ukuran 105 x 250cm
jenis kain panjang
motif merak ngibing garut
1960
daerah garut







DJAWA BAROE TANDJOENG MAS


djawa baru adalah pengembangan dari motif yang sudah ada sebelumnya yaitu motif djawa hokokai.motif djawa baru banyak digemari pada era tahun 1950an.motif djawa baru tidak jauh beda dengan motif sebelumnya atau djawa hokokai.perbedaanya hanya karena tidak terdapat susimoyo pada batik djawa baru ini.


keragaman warna warna cerah yang sangat menarik


motif kawung yang menjadi latar dengan pola isen yang penuh


parang yang juga menjadi latar untuk motif batik ini



tertera stempel tanjung emas dalam batik ini


motif pagi sore yang menjadi ciri khas dari batik ini


sistem tekhnik membatik yang ala batik kedungwuni pekalongan menjadi gambaran dimana batik ini diproduksi.yaitu di kedungwuni pekalongan.


ukuran 105 x 250cm
jenis kain panjang 
motif pagi sore djawa baru
daerah pekalongan
tahun 1950an
kategori batik pesisir